Apple mengumumkan laporan keuangan Q4 tahun fiskal 2026. Di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus, Apple mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah Q4 dengan meraup USD 114,5 miliar (sekitar Rp 1.800 triliun), tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penjualan lini iPhone menjadi penopang utama lonjakan performa finansial Apple tersebut, padahal mereka belum meluncurkan varian standar pada penyegaran produk terbarunya.
Pendapatan dari lini bisnis iPhone melonjak 17 persen secara year-over-year (YoY) hingga menyentuh angka USD 57,58 miliar (sekitar Rp 907 triliun). Peningkatan signifikan ini didorong oleh kuatnya permintaan pasar terhadap jajaran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dirilis pada September 2026, serta penyesuaian harga pada model-model generasi sebelumnya.
Berikut adalah rincian performa keuangan Apple pada Q4 2026 berdasarkan kategori lini produk:
- iPhone: USD 57,58 miliar (naik 17% YoY) menyumbang lebih dari 50% total pendapatan Apple.
- Services: USD 31,57 miliar (naik 10% YoY) mencakup komisi App Store serta langganan Apple Music dan Apple TV.
- Mac: USD 10,79 miliar (melonjak 24% YoY) didorong penyegaran perangkat komputer Apple.
- Pad: USD 6,23 miliar (turun 10% YoY) menjadi satu-satunya lini yang mengalami penurunan pendapatan.
Tekanan Harga Memori dan Pasokan iPhone Duo
Di balik rekor finansial tersebut, Apple turut menghadapi tantangan industri berupa kelangkaan rantai pasok serta lonjakan harga memori. CEO Apple John Ternus mengakui bahwa biaya komponen memori mengalami peningkatan signifikan dibanding kuartal sebelumnya, yang berdampak pada penyesuaian harga produk.
Selain itu, laporan keuangan kuartal ini belum memasukkan angka penjualan dari ponsel layar lipat perdana Apple, iPhone Duo. Perangkat inovatif tersebut menghadapi keterbatasan pasokan yang ketat di tingkat ritel, di mana estimasi pengiriman unit pesanan awal mengular hingga awal tahun 2027.
"Kami melihat kenaikan biaya memori dibandingkan kuartal Juni, yang sebagian diimbangi oleh penghematan pada komponen non-memori dan pengelolaan persediaan barang," ungkap CEO Apple John Ternus.
Gebrakan 'Smart Home' hingga MacBook Pro Touchscreen
Laporan keuangan yang solid ini juga diiringi dengan strategi ekspansi hardware yang cukup agresif dari Apple dalam beberapa pekan terakhir:
- Ekosistem Rumah Pintar: Apple resmi merambah pasar smart home secara masif lewat peluncuran layar pintar pertama serta lini video doorbell, kamera keamanan, dan kunci pintu pintar hasil kolaborasi dengan LG dan Schneider Electric.
- MacBook Pro Touchscreen: Apple secara mengejutkan meluncurkan MacBook Pro dibekali layar sentuh, mengubah tradisi panjang perusahaan yang sebelumnya konsisten menolak menghadirkan teknologi sentuh pada lini Mac.
Berbagai inovasi produk baru dan ekspansi ekosistem ini diproyeksikan bakal menjadi amunisi utama Apple dalam menyambut musim liburan akhir tahun 2026, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (3/11/2026).