JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Rabu (4/11/2026). IHSG dibuka turun 0,97 persen ke level 4.856, melanjutkan tekanan jual yang terjadi pada perdagangan sebelumnya.
Pada menit pertama perdagangan, IHSG tercatat melemah 1,36 persen ke level 4.837. Sebanyak 82 saham menguat, 478 saham melemah, dan 403 saham stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp 451 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,4 miliar lembar saham.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah indeks lainnya. Indeks LQ45 turun 0,86 persen ke level 493, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 2,02 persen ke level 274, MNC36 terkoreksi 0,95 persen ke level 278, dan IDX30 turun 0,69 persen ke level 278.
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, meliputi sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, bahan baku, transportasi, industri, kesehatan, keuangan, infrastruktur, properti, dan teknologi.
Saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), dan RDI Insights ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor memimpin jajaran instrumen dengan kenaikan tertinggi. Sementara itu, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), dan PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) menjadi saham dengan penurunan terdalam.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam laporan Morning Market Updates edisi 4 November 2026 mencatat, IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup anjlok 3,78 persen ke level 4.904,3. Pelemahan tersebut membalikkan penguatan pada perdagangan Senin.
Andry menyoroti aksi jual investor asing dan ketidakpastian terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang masih membebani pergerakan saham domestik.
“IHSG turun tajam 3,78 persen ke level 4.904,3, berbalik dari penguatan pada Senin karena aksi jual asing dan ketidakpastian terkait MSCI terus membebani saham domestik,” demikian analisis Andry dalam laporan tersebut.
Investor asing mencatatkan arus dana keluar bersih (net outflow) sebesar Rp 575 miliar pada perdagangan Selasa (3/11/2026). Secara kumulatif, arus dana keluar asing mencapai Rp 687,5 miliar sepanjang November dan Rp 98,6 triliun sejak awal tahun.