JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memproyeksikan jumlah pelanggan layanan kereta api mencapai 141,3 juta orang pada 2030. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi perhatian utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) KAI 2026–2030.
Dalam proyeksi RJPP tersebut, KAI memperkirakan jumlah pelanggan untuk cakupan layanan KA jarak jauh, lokal, dan LRT meningkat dari 84,6 juta pada tahun dasar 2025 menjadi 141,3 juta pada 2030 atau bertambah sekitar 67 persen.
"Proyeksi tersebut menjadi salah satu acuan perusahaan dalam merencanakan pengembangan kapasitas, sarana, serta layanan untuk menghadapi kebutuhan transportasi pada tahun-tahun mendatang," ujar Anne dalam konferensi pers di Restoran Amanaia Menteng, Jakarta, Selasa (3/11/2026) lalu.
Anne mengatakan salah satu langkah yang disiapkan dalam waktu dekat adalah pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 mulai 1 Desember 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk merespons pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.
Melalui penyesuaian Gapeka 2026, KAI menyiapkan pengembangan layanan dengan menghadirkan peningkatan kapasitas tempat duduk, tambahan perjalanan, serta perluasan pilihan stasiun keberangkatan dan tujuan. Secara keseluruhan, kapasitas tempat duduk terprogram meningkat dari 168.316 menjadi 176.782 tempat duduk per hari, bertambah 8.466 tempat duduk atau 5,03 persen dibandingkan Gapeka 2025.
"Kapasitas KA antarkota di Jawa meningkat dari 132.680 menjadi 137.846 tempat duduk per hari. Sementara itu, kapasitas di Sumatra meningkat dari 35.636 menjadi 38.936 tempat duduk per hari, bertambah 3.300 tempat duduk atau 9,26 persen," kata Anne.
Sejalan dengan peningkatan kapasitas, jumlah perjalanan KA penumpang terprogram dalam Gapeka 2026 bertambah dari 1.813 menjadi 1.852 perjalanan, atau meningkat 39 perjalanan. Anne menyampaikan terdapat salah satu layanan baru yakni KA Pandawa relasi Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pergi pulang dengan empat perjalanan terprogram.
Selain itu, terdapat tambahan satu perjalanan KA Datuk Belambangan dan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa di Sumatra Utara, serta dua perjalanan KA Brawijaya relasi Malang–Gambir pergi pulang. KAI juga menyiapkan tambahan perjalanan dan perluasan pemberhentian pada sejumlah relasi untuk memberikan lebih banyak pilihan mobilitas masyarakat.
“Pengembangan layanan mempertimbangkan pola perjalanan masyarakat serta kebutuhan konektivitas antardaerah," tutur Anne.