Politik

Kemenkes kuatkan layanan kanker di Lampung lewat jejaring rujukan

Kemenkes kuatkan layanan kanker di Lampung lewat jejaring rujukan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan penguatan jejaring layanan kanker oleh Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmen daerah untuk penanganan kanker serta pilar kedua transformasi kesehatan, yakni layanan rujukan.

Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes drg. Yuli Astuti Saripawan mengatakan di Jakarta, Kamis, bahwa pengampuan tidak semata transfer kapasitas klinis, namun juga penguatan tata kelola.

Yuli mengatakan, pengampuan perlu memperhatikan tiga hal, pertama pencapaian yang terukur melalui target, kesinambungan untuk memastikan layanan yang mulus, serta akuntabilitas atas sumber daya yang dikerahkan.

"Dampaknya terhadap akses dan mutu pelayanan di rumah sakit jejaring bukan sekadar terlaksananya kegiatan. Nah ini yang sangat penting jadi nanti untuk evaluasi mutu kami dari direktorat mutu yang biasanya turun," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengapresiasi komitmen Provinsi Lampung yang menjadikan penanganan kanker sebagai prioritas daerah. Menurutnya, kemauan seperti ini tidak bisa digantikan oleh kebijakan pusat. Tanpa kemauan, kata Yuli, program pengampuan hanya berhenti di atas kertas.

Senada, Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Eniarti mengatakan bahwa kanker masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Beban yang ditimbulkan bukan hanya dari sisi klinis dan mortalitas, melainkan dampak sosial ekonomi yang besar bagi pasien dan keluarganya.

"Dalam rangka transformasi sistem kesehatan nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong penguatan layanan prioritas agar masyarakat dapat mengakses layanan kanker yang bermutu cepat dan merata di seluruh daerah. Upaya besar ini tentu tidak dapat dicapai secara parsial, maupun hanya bertumpu pada satu rumah sakit rujukan," katanya.

Dalam tugasnya menjadi pengampu nasional untuk layanan kanker, pihaknya dibantu secara regional. Sebelumnya, Provinsi Lampung diampu dan didampingi oleh RS Cipto Mangunkusumo, dan pengampuan dilanjutkan oleh RSUP Persahabatan.

Eniarti menyebutkan, kemitraan strategi bersama RSUP Persahabatan dapat meningkatkan tata laksana, khususnya dalam penanganan kanker toraks, kanker paru, serta penyakit respirasi terkait secara terintegrasi.

Nanti, katanya, layanan kankernya bukan hanya layanan kanker paru. Pihaknya sedang menata kelola empat jenis kanker, yaitu kanker payudara, kanker serviks, kanker paru, dan kolorektal, mulai dari deteksi dini hingga perawatan paliatif.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, pihaknya terus berusaha menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, yang merata, mudah diakses, dan berkeadilan. Penguatan kerjasama dengan rumah sakit rujukan nasional adalah langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di daerah.

"Tahun 2025 terdapat 23.954 pasien kanser menjalani rawat inap di Provinsi Lampung. Sebanyak 23.332 dinyatakan hidup, dan 622 pasien meninggal di dunia. Pada periode yang sama, jumlah kasus baru dan kunjungan pasien untuk seluruh jenis kanker mencapai 91.000," katanya.

Angka-angka tersebut, kata Rahmat, menyoroti pentingnya penguatan layanan kanker di daerah itu.

Menurutnya, momentum kerja sama ini akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat sinergi, dan membangun pola pelayanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.