Politik

Menko Muhaimin ajak asosiasi e-commerce cetak 10 juta pengusaha baru

Menko Muhaimin ajak asosiasi e-commerce cetak 10 juta pengusaha baru

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan pelaku platform e-commerce digital berkolaborasi untuk mendukung target pemerintah mencetak 10 juta pengusaha baru dalam lima tahun.

"Ekosistem digital harus kita manfaatkan untuk membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Kita ingin semakin banyak masyarakat yang tidak hanya bertransaksi, tetapi juga menjadi pelaku usaha, mengembangkan produknya, dan mendapatkan akses pasar," kata dia di Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan hal itu saat menerima audiensi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan sejumlah pelaku platform digital di Kantor Kemenko PM di Jakarta.

Menurut dia, pencapaian target 10 juta pengusaha baru membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk asosiasi dan perusahaan platform digital.

Ia juga meminta jajaran Kemenko PM berkoordinasi dengan idEA serta para pelaku platform digital untuk merumuskan bentuk kerja sama yang konkret.

"Misalnya dengan membuka ruang promosi dan etalase digital bagi produk UMKM binaan kementerian di bawah koordinasi Kemenko PM, yakni Kementerian UMKM, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," katanya.

Ia mengatakan salah satu momentum yang dapat dimanfaatkan, yakni Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 pada 10-16 Desember mendatang.

Pihaknya mendorong kegiatan tersebut turut menjadi panggung bagi produk UMKM binaan pemerintah untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Harbolnas 2026 menargetkan transaksi Rp40 triliun, meningkat 5-10 persen dibandingkan dengan capaian kesempatan serupa pada tahun sebelumnya.

Pada Harbolnas 2025, transaksi tercatat mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target Rp33 triliun-34 triliun. Dari jumlah tersebut, transaksi produk lokal mencapai Rp16,6 triliun atau sekitar 45,6 persen dari total transaksi.

Wakil Ketua Umum idEA Syarif Hidayatullah menyampaikan penguatan ekosistem perdagangan digital perlu berjalan seiring dengan pemberdayaan pelaku usaha.

idEA mendorong tiga agenda, yakni peningkatan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pendampingan, pengembangan wirausaha muda melalui program Goes to Campus, serta perluasan akses pasar produk lokal melalui promosi dan bazar.

"Ekosistem digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang besarnya angka transaksi, tetapi juga bagaimana membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata dia.